Pekan Menyusui Sedunia

Ibu menyusui (Pexels.com)

TEKIWE, Setiap minggu pertama bulan Agustus diperingati sebagai “Pekan Menyusui Sedunia”. Hal tersebut untuk meningkatkan kesadaran semua pihak tentang pentingnya ASI bagi bayi. Sehingga ibu menyusui perlu memperoleh dukungan dari semua pihak.

Menyusui adalah salah satu investasi terbaik untuk meningkatkan derajat kesehatan, perkembangan sosial serta ekonomi individu dan bangsa.

Menyusui secara optimal dapat mencegah lebih dari 823.000 kematian anak & 20.000 kematian ibu setiap tahun. Tidak menyusui bisa berpengaruh pada rendahnya tingkat kecerdasan yg mengakibatkan kerugian ekonomi sekitar $302 miliar per tahun.

Volume dan komposisi ASI setiap ibu berbeda-beda tergantung pada kebutuhan bayi. Proses terbentuknya ASI telah dimulai sejak masa kehamilan. Produksi ASI setelah melahirnya bisa banyak atau bisa juga sedikit. Untuk meningkatkan produksi ASI bisa dengan IMD, intensitas menyusui sering, posisi dan pelekatan yang baik saat menyusui dan terapkan pola hidup sehat.

Selain sebagai sumber nutrisi utama bagi bayi, ASI juga terbukti untuk meningkatkan kekebalan bayi termasuk dari paparan COVID-19.

Oleh karenanya, aktivitas pemberian ASI harus tetap dilakukan apapun status kesehatan sang ibu. Meskipun ibu menyusui terkonfirmasi positif COVID-19, ASI tetap boleh diberikan kepada bayinya.

Saat memberikan ASI, ibu harus tetap menjalankan protokol kesehatan ketat dan tidak mengalami gejala yang berat, jadi ibu masih bisa menyusui langsung.

Apabila seorang ibu merasa dirinya lemah dan tidak memiliki kekuatan untuk menyusui langsung, maka bayi dapat diberikan ASI perah (ASIP) baik oleh ibu maupun anggota keluarga yang lain.

Jadi jangan khawatir ya moms, COVID-19 bukan penghalang untuk memberikan yang terbaik buat si kecil.

Semangat mengaASIhi, salam sehat!

Sumber: Kementerian Kesehatan RI.

error: Content is protected !!